Tuesday, May 12, 2009

laput 20

Ujian Nasional SMK Tahun 2009


Menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2008 tanggal 5 Desember 2008 tentang Ujian Nasional (UN) untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2008/2009, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menetapkan Surat Keputusan Nomor 1513/BSNP/XII/2008 tentang PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS) UJIAN NASIONAL (UN) SMP, MTs, SMPLB, SMALB, DAN SMK TAHUN PELAJARAN 2008/2009. Surat Keputusan ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 12 Desember 2008 oleh Ketua BSNP, Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd, Kons.
Berikut ini kutipkan beberapa ketentuan penting dari POS Ujian Nasional SMK Tahun 2009

*) terdiri atas tiga kelompok kejuruan:
(1) kelompok Teknologi, Kesehatan, dan Pertanian;
(2) kelompok pariwisata, seni dan kerajinan, teknologi kerumahtanggaan, pekerjaan sosial, dan administrasi perkantoran;
(3) program Keahlian Akuntansi dan Penjualan.
**) terdiri dari 15 soal listening comprehension atau 15 soal reading untuk penyandang tunarungu dan 35 soal pilihan ganda
***) Uji kompetensi keahlian dilaksanakan sebelum pelaksanaan UN dan teknis pelaksanaannya akan diatur dalam ketentuan tersendiri.

PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL
Jadwal UN
1. UN dilakukan satu kali, yang terdiri atas UN Utama dan UN Susulan.
2. UN Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah.
3. Jadwal UN Kompetensi Keahlian SMK harus selesai 1 (satu) minggu sebelum UN Utama dan mengacu pada ketentuan khusus tentang teknis pelaksaan uji kompetensi keahlian. Bagi SMK program 4 tahun uji kompetensi keahlian dilaksanakan pada tahun ke IV.

Jadwal Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2008/2009
Penetapan Waktu Pengumuman Hasil UN
1. Pengumuman hasil UN dilakukan secara serentak di sekolah/madrasah penyelenggara
2. Waktu pengumuman hasil UN SMP/MTs/SMPLB selambat-lambatnya minggu ketiga bulan Juni 2009
3. Waktu pengumuman hasil UN SMK/SMALB selambat-lambatnya minggu kedua bulan Juni 2009.
KELULUSAN UJIAN NASIONAL
1. Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:
a. memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;
b. khusus untuk SMK nilai uji kompetensi keahlian minimum 7,00, dengan nilai teori kejuruan minimum 5, nilai uji kompetensi keahlian digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.
2. Kabupaten/Kota dan atau satuan pendidikan dapat menentukan standar kelulusan UN lebih tinggi dari kriteria butir 1 sebelum pelaksanaan UN.
Permendiknas dan POS UN 2009 selengkapnya, silakan unduh di sini, melalui boxnet di bar samping, atau melalui web Puspendik.
Uji Praktik SMK Maret 2009
Posted on Desember 31, 2008 oleh harrypottret
Direktorat Jenderal (Ditjen) Manajemen Pendidikan Dasar Menengah (Mandikdasmen) Depsiknas telah mengeluarkan jadwal ujian kompetensi keahlian bagi siswa SMK. Uji kompetensi keahlian bakal itu dilaksanakan serentak antara minggu pertama hingga minggu ketiga Maret 2009.
Pelaksanaan ujian kompetensi lebih awal dibanding pelaksanaan ujian nasional (UN). Sesuai pengumuman Depdiknas, UN untuk SMK bakal dilaksanakan 20-22 April 2009. Materinya Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Baca Selanjutnya
Kasi Kurikulum Dikmen Diknas Kota Malang Suyitno kemarin mengungkapkan, uji kompetensi keahlian terdiri dari ujian tulis (teori kejuruan) dan ujian praktik kejuruan. Pola pelaksanaannya mengikuti pola lomba kompetensi siswa (LKS) dengan alokasi waktu 18-24 jam.
Dalam surat yang ditandatangani Dirjen Mandikdasmen Prof Suyanto ini disebutkan, uji kompetensi keahlian dapat dilaksanakan di sekolah atau dunia usaha. Sepanjang memenuhi persyaratan seperti yang tercantum dalam pedoman uji kompetensi. Ujian di dunia usaha dimungkinkan karena semua siswa SMK melakukan prakerin (praktik kerja industri) di beberapa perusahaan.
Bagaimana dengan siswa yang mengerjakan prakerin di luar negeri? Menurut Suyitno, ujian akan digelar di luar negeri dengan tempat yang ditentukan. Agar tak terlewat, sekolah dan diknas setempat harus mendaftarkan secara khusus siswa yang prakerin di luar negeri. Sehingga tetap bisa mengikuti uji kompetensi.
Sementara, materi soal UN untuk SMK (bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika) nanti disusun berdasarkan irisan atau interseksi dari pokok bahasan atau sub bahasan kurikulum 1999 dengan standar isi. Interseksi artinya apa yang ada di standar isi hanya diambil sebagian yang sama dengan sub bahasan kurikulum 1999.


Rekapitulasi Peserta Ujian Nasional
SMK Kabupaten Batang
Tahun Pelajaran 2008/2009

Hari /Tanggal : Senin, 20 April 2009
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia




...baca laput BISIS Edisi 19

English Nih Yee 20

Global Warming and its Solution




Global warming may or may not be a problem. Man may or may not be driving it. Given the uncertainties, a significant amount of global regret may apply if we divert too much of our global wealth to solving what may be a non-existent or trivial problem, especially if that diversion mires billions in poverty. On the other hand, we may also regret not doing anything if man-made global warming does turn out to be a problem. It is therefore prudent to examine what steps we can take that would prove beneficial whether or not anthropogenic global warming turns out to be a problem. These steps can be termed “no regrets” policies.

What makes a No Regrets Global Warming Policy? A global warming policy can be termed “no regrets” as long as it:
Reduces the amount of greenhouse gases emitted into the atmosphere, or
Mitigates, prevents or reduces a harm associated with global warming, or
Provides greater capacity for dealing with problems associated with global warming
Without imposing significant cost or diverting economic activity.
Top Five “No Regrets” Policies

1.) Eliminate all subsidies to fuel use.
Subsidies to energy R&D cost taxpayers millions of dollars while producing minimal benefits. While these programs may be relatively small given the size of domestic energy markets, they serve little, if any, useful purpose while subsidizing large corporations at taxpayer expense. The potential threat of global warming, whether it is real or not, is simply one more reason to eliminate these subsidy programs. An international agreement aimed at ending energy subsidy with binding targets would be a significant victory for emissions reduction. Unlike Kyoto, which forces an energy starvation diet on its participants, such a treaty would be a move to combat energy obesity.

2.) Repeal the Federal Flood Insurance Program.
Much of the concern over global warming’s potential for harm in the US relates to sea level rise and the flooding that will result. However, much of the investment in potentially vulnerable areas is a result of the Federal flood Insurance Program. This program encourages building in vulnerable areas by acting as a moral hazard: people take greater risks because the government has said it will help bear that risk. Reform would reduce the moral hazard connected with building on vulnerable land, transferring the risk from the taxpayer to the private sector, which is likely to take a more realistic view of the issue.

3.) Reform Air Traffic Control Systems.
Greater demand for air travel means more flights, which means greater fuel use and increased emissions. Yet, the current government-operated system of air traffic control, based on a 1920s-era system of beacons, may hinder innovations that could reduce fuel use and emissions. As a general rule, the shorter the flight, the less fuel will be consumed. Yet neither airlines nor pilots have the freedom to choose the most direct and economical route. Giving pilots freedom to map their own course is an attractive and desirable change in the eyes of the industry, and the impact on the environment would be tremendous. As well as saving considerable amounts of greenhouse gas emissions, the policy will deliver significant benefits in terms of time and expense to the US economy. By obviating significant reductions in service levels associated with more routine applications of emissions reduction policy, it is to be preferred to that approach.

4.) Facilitate Electricity Competition.
By rejecting the model of central regulation and allowing suppliers to meet their customers’ needs more exactly while relying on distributed generation, energy waste and the associated emissions will reduce considerably. This reduction in waste will prove economically beneficial even if emissions themselves do not cause problems.

5.) Reduce Regulatory Barriers to New Nuclear Build.
There is no other technology than nuclear that is proven to be capable of providing emissions-free energy at the scale required to make significant reductions in carbon emissions. The problem is that thanks to anti-nuclear activism by environmentalists in the 1970s, it takes a very long time to build a nuclear plant. This pushes development and construction costs up to the level where it is not economically competitive with higher-emitting forms of electricity generation like coal and natural gas. According to the nuclear energy institute, it takes 10 years from concept to operation to build a nuclear plant, and only four of those are construction, the rest is permit application development (2 years) and decision-making by the Nuclear Regulatory Commission (4 years).
...previous article for BISIS Oct-March
...previous article for BISIS June-OCT 2009

mimbar guru edisi 20

Pemanasan Global


Lebih dari 150 tahun, manusia telah banyak memakai banyak jenis bahan bakar; seperti minyak, batu bara dan gas. Bahan bakar sekarang ini sangat dibutuhkan untuk menjalankan mesin-mesin di pabrik, menggerakan berbagai jenis alat transportasi dan juga untuk membangkitkan tenaga listrik. Karena banyak bahan bakar yang dipakai, banyak emisi karbon dioksida yang mencemari atmosfer kita. Akumulasi karbon dioksida yang makin meningkat di atmosfer inilah yang kemudian menimbulkan efek rumah kaca. Efek yang menyerap energy infra merah inilah yang membuat bumi menjadi semakin panas.
Ketika bumi menjadi semakin panas, maka lambat laun permukaan es di kutub utara dan kutub selatan mulai meleleh. Semakin bayak permukaan es yang mencair, maka semakin banyak jumlah air di laut dan lautan. Semakin tingginya permukaan laut akibat cairnya es di kutub utara dan selatan inilah yang mengakibatkan sering terjadinya musibah banjir di wilayah-wilayah sekitar pantai. Begitu pula, manakala atmosfer bumi semakin memanas, fenomena ini menguatkan energy di udara. Akibat banyaknya energy di udara, badai, topan dan pusaran angin bertenaga kuat semakin sering terjadi dan menjadi bencana yang besar di bumi. Pemanasan global juga membuat iklim berubah tidak menentu; membuat suatu daerah begitu kering tapi juga membuat daerah lainnya menjadi semakin basah.
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi pemanasan global; langkah-langkah bijak yang bisa kita tularkan kepada keluarga, bisa kita diskusikan dengan teman di sekolah, di klub-klub belajar dan di tempat-tempat manusia berkumpul. Upaya-upaya itu antara lain sebagai berikut:
Kurangi penggunaan listrik di rumah, sekolah dan tempat kerja.
Setiap kita menggunakan listrik, berarti kita andil menambah gas-gas rumah kaca di uadra. Jika kita mematikan lampu, televise, dan computer setiap kali selesai menggunakannya, berarti kita telah dapat menghemat energy; juga menguragi beban pembayaran listrik. Untuk penghematan listrik selain dengan mematikan, kita juga harus menghindari untuk meninggalkan peraltan listrik; misalnya computer, dalam keadaan STAND BY Mode.
Naik sepeda dan bis atau jalan kaki.
Naik sepeda motor atau kendaraan pribadi memang tidak salah. Namun begitu, kita bisa menghemat penggunaan listrik manakala bepergian dengan naik sepeda atau bis. Bahkan agar badan kita bias tetap sehat, berjalan kaki atau naik sepeda justeru cara bepergiaan yang sangat menghemat energy.
Menanam pohon
Salah satu dari upaya untuk mengurangi efek rumah kaca adalah dengan menanam pepohonan. Menanam pohon, selain merupakan aktifitas yang menyenangkan, juga bisa mengurangi gas-gas rumah kaca. Pohon bisa menyerap karbon dioksida dan gas rumah kaca di udara. Kampaye penghijauan di lingkungan sekolah dan rumah betul-betul akan membantu mengurangi pemanasan global. Sementara itu, penebangan pepohonan dan lain-lain penggundulan hutan akan semakin memanaskan bumi ini.
Daur ulang
Daur ulang berbagai sampah baik organik maupun anorganik juga akan membantu menyelamatkan sumber daya alam. Dengan mendaur ulang kaleng, botol, tas plastik dan koran bekas akan mengurangi sampah yang harus menumpuk di tempat pembuangan sampah. Selain barang-barang itu tidak mengotori lingkungan, dengan memanfaatkan barang bekas menjadi barang baru yang bernilai jual tentunya akan semakin meningkatkan income dari masyarakat kita sendiri.
Oleh karena itulah, sebagai warga civitas akademika SMK Negeri 1 Batang, sebenarnya banyak yang kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global di bumi ini. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan penghijauan kampus. Tiap kelas diwajibkan untuk menanami berbagai pepohonan di depan ruang kelasnya; membuat taman kecil di tiap-tiap halaman kelas. Untuk membangkitkan motivasi penghijauan di tiap-tiap depan ruang kelas tersebut, pihak OSIS Nesaba seringkali mengadakan lomba lomba taman kelas. Hasilnya adalah semakin hijau dan asrinya lingkungan kampus kita.
Semoga upaya yang telah kita lakukan bisa memberikan andil untuk mengurangi pemanasan global di bumi ini; setidaknya bumi SMK Negeri 1 Batang. Meskipun begitu, sebuah wujud nyata bagi pengurangan emisi gas rumah kaca ini tidak akan berhasil dengan baik tanpa dukungan segenap warga kampus. Oleh karena itu, marilah kita berlomba untuk membuat kebaikan dengan menjaga alam ini tetap lestari; karena tugas kita diturunkan ke bumi ini memang untuk menjadi khalifah; pemelihara dan pengelola bumi ini sesuai dengan kehendak yang Maha Pemelihara; yakni Allah SWT.
...baca mimbar guru BISIS Edisi 19

editorial bisis edisi 20

Dunia ini adalah tempat sebab dan akibat. Artinya semua yang terjadi di dunia ini karena ada sesuatu penyebabnya. Tidak ada suatu kejadian, peristiwa maupun momen yang muncul dengan sendirinya tanpa ada factor lain yang menjadi sebab terjadinya. Bencana alam; tanah longsor, tsunami, waduk jebol, banjir bahkan nilai ulangan baik atau jelek terjadi karena ada unsur penyebabnya baik itu dari manusia, alam maupun situasi. Hasil ulangan yang jelek,misalnya, terjadi karena kemalasan dalam belajar, human or machine error, kondisi peserta maupun situasi pada saat ulangan itu berlangsung.
Namun begitu, orang beriman memahami bahwa semua tentunya dengan ketentuan dari Allah, sang Maha Perkasa. Jadi kalau hati-hati dan amal manusia di bumi ini baik, niscaya dengan kasih sayang-Nya, Allah akan penuhi bumi ini dengan kebaikan; keberkahan dari langit dan bumi. Namun sebaliknya, kalau hati-hati serta amal penghuni bumi ini buruk; maka dengan kuasa-Nya, Allah Yang Maha Perkasa akan penuhi bumi ini dengan keburukan-keburukan; bencana dari langit dan dari bumi.
Oleh karena itu, agar bumi ini tetap lestari, manusia harus memperbaiki hati dan amal sesuai yang dikehendaki oleh pemilik hati dan alam semesta ini; yakni Alllah

...baca juga Editorial BISIS Edisi 19


...go to BISIS edisi 21

Sunday, May 10, 2009

surat pembaca edisi 20

Hello, Bis. Aku sih makin enjoy aja dengan tampilan kamu yang makin elegance meskipun kamu semakin mungil. Tapi, kalau aku boleh usul buat rubric IPTEK, artikelnya yang bermutu dong. Masa dalam edisi kemarin, anak SMK 1 Batang kok diberi tutorial meng-save data, itu kan pelajaran anak SD?
Ferry, XI TKJ
Makasih atas sarannya. Coba Fery kirim artikel yang lebih bermutu buat rubric Iptek Bisis.(Red)
Hai, Bis. Aqu boleh usul ga? Gimana kalau TTS untuk edisi-edisi BISIS mendatang TTS-nya yang valid and bermutu, gitu? Biar kita semrangat ngisinya, Okey?
Infan, XI TKJ
Tetap semangat, ya Fan untuk membaca Bisis and ngisi TTS-nya.
Bisis makin abgus. Penampilan makin oke, cover lux; meski makinmungil. Tapi yang disayangkan, rubric BISIS pada edisi akhir-akhir ini semakin berkurang. Mimbar guru, artikel guru, English Nih Yee pada dua edisi sebelumnya tidak muncul. Bahkan pada edisi kemarin, editorial mengulas sekials tentang perpustakkan akan tetapi di dalam lembar-lembar artikel, mimbar, laput dan rubric-rubrik lainnya tidak ada satupun yang menyinggung tentang perpustakaan. Apakah ini kesengajaan atau kealpaan?
Pak Bagyo, Guru Bahasa Inggris
Sebenarnya editorial memang mencerminkan tema dari sebuah edisi penerbitan; namun karena suatu kealpaan dari pihak kami; berbagai artikel maupun tulisan tentang perpustakaan yang menjadi tema edisi 18 tidak sempat dicetak meskipun sudah sampai ke meja redaksi. Semoga di edisi mendatang kami akan lebih cermat mengawal proses penerbitannya

....silahkan baca juga BISIS Edisi 19
Redaksi

seputar smk edisi 20

PMR SMK Negeri 1 Batang di Seminar Anti Narkoba dan Free Sex


By Supriyati XI AK2



Siamo! Oke! Siamo Oke…Oke….oke……yesss!

Eh BISIS mania, tahu kan arti siamo? Siamo itu yel-yel PMR wira SMK kita yang artinya Siap ikut Andil Menolong Orang . wah mulia banget yel-yel itu.
Baiklah, kita akan cerita tentang seminar yang PMR Wira ikuti pada tanggal 22 Februari 2002 yang mengambil pokok bahasan tentang anti narkoba dan free sex. Seminar tersebut diselengagarkan di laboratorium umum sekoqh kita; yang dihadiri oleh kurang lebih 80 peserta perwakilan PMR Wira kita dan juga perwakilan dari PMR Wira di kota Batang ini. Yang berbicara sebagai nara sumber dalam seminar tersebut adalah Bapak Soejak Moelyono; yang membahas topik tentang anti narkoba. Untuk bahasan free sex dikalangan remaja; nara sumber dalam sessi tersebut adalah Ibu Lilik Sunarsih.
Dalam seminar tersebut, diungkapkan beberapa temuan yang sungguh memiriskan hati. Menurut temuan tersebut, ada sekitar 3,2 juta orang Indonesia yang menjadi korban penyalahgunaann narkoba. Bahkan ada sekitar 15 ribu dari 3,2 juta para korban narkoba tersebut yang mati sia-sia tiap tahunnya; jadi sekitar 40 orang yang mati dalam tiap harinya akibat benda terkutuk tersebut.
Dari hasil temuan tersebut kita bisa menyimpulkan kalau mudhorot dari narkoba itu lebih banyak dibandingkan dengan manfaatnya. Beberapa kerugian atau mudhorot dari narkoba tersebut antara lain sebagai berikut:
 Menurunnya kemampun fisik
 Rusaknya mental
 Tidak stabilnay emosi; menurunya kemampuan mengendalikan emos
Adapun untuk mengenali perilaku pecandu Narkoba di kalangan pelaajr, Bapak Soejak m enyebutkan ciri-ciri umumnya; yang antara lain sebagai berikut:
• Prestasi menurun
• Tidak mau bersosialisasi
• Sering terlambat pulang sekolah
• Jorok
• Malas
• Bohong; pintar berdalih atau memanipulsi
• Egois
• Sensitif
• Boros
• Suka melakukan tindakan criminal
Adapun mengenai free sex; menurut paparan seminar itu terjadi karena lemahnay iamna dan daya control keluarga dan masyarakat. Hal ini diperparah dan diperburuk oleh merebakanya pornografi dan porno aksi di berbagai media massa baik cetak, audio, audio visual maupun dunia maya lewat internet. Dampak temuan dari free sex di kalangan remaja menurut Ibu Lilik adalah adalah kelahiran anak di luar nikah, penyakit kelamin; seperti gonorrhea, syphilis dan berbagi infeksi kelamin yang menakutkan.


....baca juga seputar SMK di BISIS Edisi XIX

Tuesday, February 3, 2009

kurban

Kurban di SMK N 1 Batang



Allhu Akbar..Allohu Akbar…Allohu Akbar. Pagi itu aroma harum menusuk sukma; cuaca yang bersahabat dan takbiran kemenangan di ahri raya kurban. Sapi, unta, kambing merasakan degupan jantung yang begitu kerasnya. Menanti giliran di hari kemenangan. Hari ketika orang yang menunaikan ibadah haji menuju puncak dari serangkaian ibadah haji. Hari ketika orang yang menunaikan ibadah haji melaksanakan wukuf di padang arafah. Allah Maha Besar, Allah Maha Pencipta, Allah Kuasa Makhluk Tidak Kuasa. Berkurban di hari kurban; mengajarkan kita untuk berkorban demi Allah bukan demi ketenaran. Seperti Nabi Ibrahim dan putranya yang ikhlas dalam keta’atan pada perintah Allah. Begitu taatnya untuk menjalanakan perintah Allah dengan menjaga kemurniaan niat; hanya semata mengharap ridlo Allah.
Seperti biasanya SMK N 1 Batang, Alhamdulillah pada hari raya Idul Adha 1429 H mengadakan penyembelihan hewan kurban. Acara tersebut dilaksanakan setelah shalat Idul Adha 8 Desember 2008 di SMK N 1 Batang. Ada dua sapi dan satu kambing yang disembelih. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh OSIS dan MPK; yang juga dihadiri oleh Bapak –Ibu guru dan seorang Ustads. Penyembelihan dilakukan di depan aula, smenatra pemotongan dan pembungkusan dilakukan di parkir siswa. Sekitar 502 bungkus daging dibagikan. “lima ratus dua bungkus daging ini akan dibagikan untuk warga sekitar SMK N 1 Batang daeri samping kanan, kiri, depan dan belakang”jelas ketua OSIS.
Matahari yang semakin meninggi tidak menyurutkan semangat mereka dalam bekerja. Selagi sebagian anggota OSIS dan MPK berkeliling membagikan daging kurban, yang lain membersihkan bekas pemotongan kurban.
Acara Kurban ini merupakan ajang latihan bagi siswa. “denbagn adanya kegiatan kurban ini diharapakan kita bisa belajar berkurbna dalam bentuk apapun meski dilaksaakan denag iuran;elatih komunikasi dan silaturoh,mi anatra sisw adan guru dan sehgenap earag SMK N 1 Batang” papar Hadi Lukito, sang Ketua OSIS.
Semoga dengan diadakannya kegiatan ini kita semua bisa meneladani Nabi Ibrahim dan puteranya untuk ikhlas dan taat pada perinath Allah dan menjaga hubungan baik dengan waga sekitar SMK.


.