Tuesday, August 12, 2008

profil bisis juli-nov 2008


Profil Bisis edisi ini adalah Ibu Murtiningsih, BA. Beliau adalah pembina kantin SMK Negeri 1 BATANG yang baru. Di bawah ini adalah bincang-bincang Beliau dengan beberapa redaktur BISIS; di sela-sela kesibukan Beliau mengarahkan para siswa yang piket di kantin SMK kita tercinta ini.
Selamat pagi,Bu. Ma'af mengganggu kesibukan Ibu.Kami dari Majalah BISIS bermaksud mengadakan sedikit wawancara dengan Ibu; selaku Pembina Kantin SMK N 1 BATANG yang baru.
ya, boleh.Silahkan
Begini, Bu. Kantin SMK kita ini telah lama ada; dan sekarang pembinanya adalah Bu Ning. Apa kiat-kiat Ibu dalam memajukan kantin kita ini, di tengah-tengah menjamurnya warung-warung di sekitar sekolah kita ini?
Ya, untuk kantin, itu yang pertama kita buat adalah perubahan kantin dulu. Kita buat kantin itu nyaman dan enak, misalnya kebersihan lingkungan. Dan kebersihan di sini misalnya penataan ruang lingkungan yang bersih sampai pada pencucian. Yang kedua, kita menggaet para pembeli kita itu dengan cara kita mengadakan penjadwalan tiap kelas untuk membeli di kantin; "wajib beli" yang mana setiap 21 kali anak-anak diwajibkan beli. Jadikan sekolah kita ini kan punya 21 kelas; jadi setiap hari itu ada yang wajib beli. Dan yang paling diutamakan yaitu kebersihan kantin dari mulai penjaganya sampai pada segi lingkungannya harus bersih
Oya,Bu. Kami membaca di berbagai majalah, TV dan radio, banyak berbagai jenis makanan yang mengandung zat-zat kimia atau komposisi bahan yang kurang bagus bagi tubuh; seperti, asphartam, MSG, gelatin. Bahkan, terdengar isu santer tentang jenis-jenis permen yang mengandung bahan narkoba; Bagaimana Ibu mensiasati permasalahan seperti ini?
Sebagai pembina kantin, kami menerima makanan yang terseleksi. Maksudnya adalah makanan-makanan yang tidak mengandung pengawet. Sementara dari kantin sendiri ada yang memasukkan tapi kami seleksi tidak ada makanan yang memakai bahan yang mana menjadikan pengawet dan sebagainya


Wawancara Kru BISIS dengan Bu Ning di Ruang Guru Umum

Selain sebagai Pembina Kantin yang super sibuk dan mengajar,Ibu juga pembina Dharma Wanita Kecamatan Limpung.Bisa ceritakan bagimana Ibu membagi waktu untuk berbagai kegiatan yang menguras tenaga dan fikiran tersebut?
Sebetulnya saya pribadi kan di kecamatan Limpung menjadi tim penggerak PKK dan Ketua Dharma Wanita tingkat kecamatan. Ya, kalau dikatakan sibuk, ya sibuk; tidak ya tidak. Kami harus bisa membagi waktu sebagai PNS dan membantu suami, yang mana kita harus memilah-milah mana yang harus dikerjakan lebih dulu; kita bnatu suami semmapu mungkin tanpa melupakan tugas pokok sebagai guru PNS
Dan yang terakhir, Bu.Apa harapan Ibu terhadap alumni SMK N 1 BATANG khususnya dalam aplikasi kewirausahaan yang Ibu ajarkan di kantin?
Harapan kami untuk semua anak-anak setelah lulus SMK bisa mendapat pekerjaan yang sesuai dengan apa yang diberikan di sekolah dan lulusan SMK lebih berpengalaman daripada sekolah lain. Karena sekolah kita meski dikatakan sederhana, tapi mampu mencetak lulusan di dunia usaha; seperti, di Matahari, Sri Ratu, Mega Center kebanyakan berasal dari SMK, dan yang di kantor Kecamatan Limpung yang mana OJT dari SMK kita ini para siswa-siswinya dapat melaksanakan tugas dengan baik
Terima kasih,Bu Ning.Semoga bimbingan Ibu bisa bermanfaat bagi kami di dunia yang sementara ini dan akhirat; masa yang ada awal tapi tidak ada akhir.
...baca juga profil BISIS

editorial bisis edisi juli-nov 2008

Hakikat Merdeka


Tanggal 17 Agustus adalah hari, tanggal dan bulan yang selalu kita peringati,rayakan sebagai hari kemerdekaan bangsa dan negara kita INDONESIA. Di kota, di desa, bahkan sampai ke pelosok negeri ini; semua anak negeri ini berpesta dan bersibuk ria dalam berbagai acara dan kegiatan; seperti,parade,lomba,tirakatan dan lain-lain acara selama 2-3 hari terhitung dari detik seusai upacara peringatan kemerdekan.
MERDEKA! Benarkah kita telah merdeka? Menjadi individu atau pribadi yang merdeka? Pribadi yang merdeka adalah individu yang tidak terjajah, tidak terbelenggu, tidak tertindas, ataupun tidak merasa takut terhadap manusia lain dengan segenap aturan dan budayanya yang tidak kekal dan kadang hanya bersifat manifesatsi keinginan individu semata. Pribadi yang merdeka adalah individu yang ide, fikiran/gagasannya, hak-hak asasinya,prinsip hidup dan keyakinannya dihargai oleh manusia lain dengan segenap aturan dan budayanya yang adi luhung.
Bisakah kita dikatakan merdeka kalau untuk beribadah yang mengambil masa 4-7 menit saja sulit; dikarenakan kita harus mengikuti karnaval/konvoi, lomba,parade atau berbagai ;pesta perayaan HUT Kemerdekaan? Bisakah kita dikatakan merdeka, kalau meminta ijin untuk shalat sebentar saja, kita takut kepada panitia lomba atau pesta? Ternyata, di masa kita memperingati kemerdekaanpun kita masih menjadi pribadi yang kerdil, tertindas dan takut terhadap manusia lain yang ditamengi oleh berbagai macam aturan dan tradisi; manusia lain yang dalam menindas berlindung dibalik sistem yang arogan.
Lalu kapan kita akan menjadi pribadi yang benar-benar merdeka? Individu yang tidak takut, tidak merasa tertindas sekaligus individu yang memiliki kepercayaan diri dalam mengekspresikan ide, gagasan, keyakinan dan hidupnya yang asasi? Semoga HUT RI ke-63,tahun 2008 ini, menjadi tahun, bulan,hari,tanggal bahkan detik kita menjadi pribadi yang merdeka.Dirgahayu RI ke-63; MERDEKA.
...baca edisi Nov-Feb 2008

Wednesday, June 18, 2008

Idaza Ja anashr


Ketika Abah duduk dalam Majlis


Ikut sunnah atau parodi?

Monday, June 2, 2008

Bahaya Hand phone

Waspadai Bahaya Radiasi Telepon Genggam pada Anak
Sumber: www.kompas.co.id


Orangtua harus berpikir dua kali sebelum memenuhi permintaan anaknya
yang masih duduk di sekolah dasar memiliki telepon genggam. Sebab menurut sebuah penelitian, menggunakan telepon genggam sejak dini mempunyai risiko jangka panjang untuk kesehatan mereka.

Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan radiasi elektromagnetik dari telepon genggam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak. Orangtua seharusnya tidak memberikan telepon genggam pada anak-anak yang berusia 8 tahun atau di bawahnya sebagai tindakan pencegahan gangguan radiasi dari alat-alat tersebut.

"Ketika Anda menggunakan telepon genggam, 70-80% energi radiasi yang
dipancarkan dari antena telepon itu diserap oleh kepala. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan potensi dampak negatif dari penyerapan radiasi jangka panjang yang di-pancarkan oleh telepon genggam. Sayangnya, hanya sedikit penelitian yang memfokuskan pada anak-anak ungkap Prof. Henry Lai dan University of Washington, AS, di WEB MD Health.

Prof. Henry mengatakan, efek radiasi pada anak-anak sangat mengkhawatirkan karena otak yang masih berkembang sangat mungkin terkena radiasi. Tumor otak biasanya berkembang selama 30 sampai 40 tahun. Anak-anak yang menggunakan telepon genggam dari usia remaja akan mempunyal periode waktu yang lebih panjang sebelum terlihat dampaknya.

"Kita tidak tahu apakah anak-anak lebih mudah terkena radiasi" katanya, sambil menyarankan agar orang-orang meng-gunakan headset guna menjauhkan antena dan kepala. @ (senior)



Radiasi Telepon Genggam Merusak Struktur DNA!


Jakarta, Kamis

Sejauh ini berbagai penyebab timbulnya kerusakan DNA manusia telah
diidentifikasi. Antara lain paparan ultra violet, kesalahan enzim mengambil basa, bahan kimia tertentu, radiasi ionisasi, dan yang terbaru: radiasi
telepon genggam!
Temuan teranyar menunjukkan, gelombang radio yang dipancarkan telepon
genggam merusak struktur DNA, namun dengan catatan, hal itu terjadi
dalam kondisi di laboratorium.

Sayangnya, penelitian yang dilakukan selama 4 tahun oleh 12 lembaga riset
dari 7 negara di Eropa itu belum sempurna betul. Para peneliti belum berani
menarik kesimpulan secara tegas bahwa telepon genggam berbahaya bagi
kesehatan. Mereka me-nyatakan dibutuhkan penelitian lanjutan 4 - 5 tahun
lagi untuk memastikan pengaruh radiasi telepon genggam terhadap kerusakan
struktur DNA manusia dan hewan di luar laboratorium.

Sesungguhnya temuan itu bukan hal baru. Awal tahun 1996, penelitian yang
dilakukan di University of Washington, Seattle, menemukan EMR dalam bentuk
energi gelombang mikro rendah (seperti yang dihasilkan ponsel) terbukti
dapat merusak DNA.

Kala itu, penemuan tersebut diragukan sejumlah ahli di bidang industri,
termasuk Ketua EMC Bioeffect Review Committee Group untuk GSM MoU, Dr. John
Causebrook. Direktur Strategic Issues pada perusahaan Motorola juga ikut
menegaskan, belum ada bukti ilmiah tentang EMR sebagai penyebab penyakit.

Sama seperti sebelumnya, kali ini, pihak industri telepon genggam yang
perputaran uangnya mencapai 100 bilyun dolar per tahun juga menolak hasil penelitian tersebut. Mereka mengatakan sama sekali tidak ada bukti
meyakinkan perihal kerusakan DNA akibat radiasi elektromagnetik.

Sekitar 60 juta telepon genggam bakal dipasarkan tahun ini dan tercatat 1,5
bilyun orang di seluruh dunia menggunakan telepon genggam.

Proyek penelitian yang dikoordinir kelompok riset Jerman "Verum", mencoba mempelajari efek radiasi telepon genggam terhadap sel-sel tubuh manusia dan binatang di laboratorium. Setelah terpapar gelombang elektromagnetik
seperti yang di-pancarkan telepon genggam, sel-sel tubuh menunjukkan adanya kerusakan yang cukup signifikan. Mutasi sel-sel ini bahkan bisa menyebabkan
kanker.

Pancaran radiasi yang digunakan dalam penelitian ini berada pada level

0,3-2 Watt/kilogram. Sementara kebanyakan telepon genggam memancarkan
Sinyal radio atau SAR (Specific Absorption Rate) antara 0,5 - 1 Watt/kilogram.

SAR adalah ukuran rata-rata penyerapan energi radio dalam jaringan tubuh manusia. Batas maksimal SAR yang di-rekomendasikan the International Comission of Non-Ionizing Radiation Protection adalah 2 Watt/kilogram.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, dampak gelombang elektromagnetik
tegangan tinggi atau ponsel tidak ber-bahaya asal pancarannya kecil.
Tapi seberapa ukuran pancaran kecil itu, tidak cukup jelas diterangkan.
Sama
tak jelasnya untuk mengukur pancaran sekecil apa yang aman dan penggunaan
berapa lama yang tidak aman.

Meski belum ada kepastian terhadap hasil penelitian ini, pimpinan proyek
penelitian Franz Adlkofer menyarankan tindakan pencegahan dengan
menganjurkan penggunaan telepon genggam hanya dalam keadaan darurat
saja. Artinya, kalau di sekitar Anda tersedia telepon biasa sebaiknya Anda
menghindari memakai telepon seluler. Atau, menggunakan peralatan hands-free
kapan saja memungkinkan.

"Kami tidak ingin membuat Anda panik, tetapi sebaiknya Anda melakukan
tindakan pencegahan," ujar Adlkofer.

Sejumlah penelitian yang dilakuan sebelumnya menunjukkan radiasi telepon
genggam berakibat buruk terhadap tubuh manusia. Misalnya meningkatkan
risiko terkena tumor telinga dan kanker otak, berpengaruh buruk pada
jaringan
otak, merusak dan mengurangi jumlah sperma hingga 30%, mengakibatkan
meningioma, neurinoma akustik, acoustic melanoma, dan kanker kelenjar
ludah.

Sayangnya, tak satu pun 6 vendor telepon seluler terbesar dunia merespon
hasil-hasil penelitian tersebut. Boleh saja para ahli mengingatkan
bahayanya
gelombang elektromagnetik, namun hampir selalu ditanggapi produsen dengan
statement, "Aman-aman saja."

Sebaliknya, dalam pernyataan terpisah di Hongkong --dimana orang-orang
menghabiskan lebih banyak waktu berbicara melalui telepon genggam dibanding
negara manapun di dunia-- perusahaan Jerman G-Hanz malah memperkenalkan
telepon genggam model baru yang katanya tidak memancarkan radiasi
berbahaya.
maaf..semrawut....

Friday, May 30, 2008

artikel siswa

Suara Bising dan Pengaruhnya bagi Alat Pendengaran


Tahukah Anda kalau suara-suara yang ada di sekitar kita bisa merusak pendengaran kita? Memang, belum diketahui hubunan kerasnya suara dengan kerusakan yang akan terjadi pada sistem pendengaran. Tetapi, kerusakan yang bersifat subjektifitas dapat disebabkan oleh ketahanan tubuh, usia, atau umur seseorang dan suara yang berpengaruh pada alat pendengaran.
Tingkat suara di ukur dengan satuan decibel. Dan, tingkat suara 85 decibel yang didengar secara terus-menerus dapat mengakibatkan kerusakan pendengaran atau tuli.
Sedangkan di sekitar kita, banyak suara-suara ayng mendekati; bahkan melebihi tingkat suara yang dapat merusak pendengaran.
Misalnya, di pabrik industri, tingkat suaranya mencapai 85-90 decible. Suara di jalan, tingkat suaranya mencapai 75 decible. Suara mesin dari mobil Volvo 1800 ES mencapai 75 decible.Dari suara-suara tersebut, jika kita mendengarnya terus-menerus, dapat merusak pendengaran kita. Untuk itu, kit a perlu sekali-sekali refreshing, rihlah atau tamasya untuk menjernihkan fikiran serta menetralkan kembali pendengaran kita di tempat yang tenang.
Suara –suara kecil di sekitar kita bila diakumulasikan juga akan merusak pendengaran. Contohnya, suara orang berbisik sekitar 35 decibel, dan suara jarum jatuh dari keitnggian 1 meter mencapai 20 decibel.
Untuk itu bila di sekitar kita saja banyak suara yang dapat merusak pendengaran; jangan perparah dengan suara-suara alat elektronik. Karena, suara yang dihasilkan alat-alat elektronik lebih berbahaya dari suara alami.



Disadur dari Buku PINTAR SENIOR, terbitan tahun1991 oleh R. Vina Filiani

Profil Redaktur BISIS periode 2007/2008

Profil Redaktur dan Foto BISIS



Bapak Sudjono, sesepuh dan pengawas Bahasa BISIS


Bendahara BISIS


Nama : Umi Mursidah
TTL : Batang, 16 Maret 1990
Alamat : Desa Wringin Gintung RT 7 RW 2 Tulis, Batang
Jurusan : Akuntansi

Nama : Yati Octa. E
TTL : Batang, 12 October 1990
Alamat : Tegalsari, Kandeman, Batang
Jurusan : TKJ

Nama : Lilis Septiarini
TTL : Batang, 25 September 1992
Alamat : Watesalit, Batang
Jurusan : Akuntansi

Nama : Erna Agustina
TTL : Batang, Agustus 1991
Alamat : Karanganyar, Batang
Jurusan : Akuntansi

Nama : Dini Setianingrum
TTL : Batang, 26 Agustus 1992
Alamat : Jln. Jendral Sudirman 31 Batang
Jurusan : Akuntansi

Nama : Ana Wardani
TTL : Magelang, 13 September
Alamat : Kreyo, Wonotunggal, Batang
Jurusan : Akuntansi

Ma'af tidak semua redaktur BISIS bisa nampang di sini, klo Pembina BISIS, bisa di lihat di la photo de ma famillie

Friday, May 23, 2008

wisata


IAK SMK N 1 BATANG di Bromo

PENGALAMAN INDAH DI GUNUNG BROMO


SMK Negeri I Batang, yang dikepalai oleh Bapak Drs. Sugito, menugaskan kepada Program Keahlian Akuntansi untuk melaksanakan program Study Banding dan wisata, bagi siswa-siswi kelas X ( satu ). Oleh Program Keahlian Akuntansi kemudian ditindaklanjuti dengan membentuk panitia, yang dikomandani oleh Drs. Sulistio, diasisteni Arwin Lestari, S.Pd, dan didukung penuh oleh Triyono, S.Pd, Oktriana, S.Pd, Edy Sutrisno, C S.Pd, Sartono, BA, H. Tugiman, BA dan Sicantik Nia BM.
Bersama-sama dengan anak-anak akuntansi kelas X Ak1 dan X Ak 2, melaksanakan program study banding di PT Suara Merdeka dan dilanjutkan dengan wisata alam ke komplek gunung-gunung besar yang berada diwilayah Jawa Timur diantaranya yaitu gunung Semeru, gunung Tengger dan gunung Bromo, dan dilanjutkan di wahana permainan Jatim Park, dan petik buah apel.

Pesona alam yang indah, sejuk dan damai adalah sebuah obat yang mujarab untuk menghilangkan suasana hati dan pikiran yang penat. Untuk bisa menemukan suasana yang tenang dan damai salah satunya adalah bisa dengan melakukan wisata.

Sebuah kebesaran Tuhan ketika kita bisa berada tepat diatas puncak gunung, karena disana kita bisa melihat gunung-gunung besar yang mengelilingi dan sekaligus kita bisa menikmati indahnya matahari terbit. Konon ceritanya, untuk menikmati Sun Rise yang terindah di dunia, gunung Bromo menempati peringkat 2 yang terindah setelah gunung Fujiyama yang ada di negara Jepang.

Inilah pengalaman indah kami

Untuk bisa sampai diatas puncak kawasan Gunung Semeru, Tengger dan Bromo, ternyata kami harus berganti armada, yang tadinya bus wisata diganti dengan armada khusus, yaitu Jeep ( Hartop ) dan mobil Travel.
Kami mulai naik ke puncak kira-kira jam 02.30 WIB dan sampai disana sekitar jam 04.00, ketika kami turun dari mobil, hawa dingin pegunungan mulai menusuk tulang, untung kami semua sudah siap dengan perlengkapan seperti jaket, tutup kepala dan sarung tangan.
Kami beristirahat sebentar sambil menunggu waktu subuh tiba, setelah sholat subuh, kamipun langsung bergegas naik ke puncak pananjakan untuk menikmati indahnya matahari terbit. Tak berapa lama waktu yang kami tunggu pun datang, tiba-tiba sebuah sinar pecah dari balik pegunungan nan jauh disana, dan berlahan-lahan muncul cahaya merah merekah, bagai bola api besar dan akhirnya sinar itupun menerangi kawasan alam pegunungan yang indah. Berulang kali kami berteriak meluapkan kekaguman kami akan kedasyatan alam yang indah yang Tuhan ciptakan untuk umat manusia di dunia ini.

Setelah kami puas berada dipuncak, kemudian kami turun untuk menikmati indahnya Kawah Bromo. Jalan yang berliku, dan turunan yang curam, menambah petualangan wisata kami menjadi lebih bermakna dan lengkap, betapa tidak, suasana hati kami saat itu bercampur baur, antara rasa takut, senang, tegang, tapi juga ada kedamaian hati yang kami rasakan.
Saat berada dalam perjalanan turun, kami memandang ke bawah, dan apa yang kami pikirkan…..? oh Tuhan….Engkau ciptakan alam yang indah dan megah untuk kami nikmati. Seketika itu pula, terbesit dalam hati kami, bahwa ternyata manusia hanyalah makluk kecil yang tidak ubahnya seperti semut yang berjalan-jalan diatas tanah.

Setelah sekitar 45 menit perjalanan menyusuri tikungan tajam, turunan curam dan lautan pasir yang luas, tibalah kami di kawasan kawah bromo. Kami turun dari mobil, dan melakukan perjalanan kaki, kira-kira berjarak tempuh skitar 3-4 Km dari pemberhentian armada kami. Oh iya… disana juga disediakan kuda, bagi yang tidak mau berjalan kaki bisa naik kuda dengan membayar ongkos naik antara Rp 10.000,00 – Rp 15.000,00.

Ketika kami sudah sampai diatas kawah gunung bromo, selalu yang kami lakukan adalah sebuah rasa takjub, hingga kami secara tidak sadar berteriak dan menjerit, sampai-sampai kami menjadi pusat perhatian bagi para wisatawan asing yang ada disekitar kami.
Untuk mengabadikan pengalaman yang tak terlupakan tersebut, kamipun berfoto bersama, pembaca bisa melihat di tengah foto anak-anak, terdapat sesosok wajah Ki Bromo, berkostum merah, dan terlihat gagah perkasa, seperti halnya legenda yang telah mengakar di masyarakat hingga sekarang ini.

Demikian sepintas pengalaman kami di kawasan pegunungan Bromo, semoga bisa sedikit memberikan gambaran tentang indahnya gunung Bromo yang sudah mendunia.




Dari Triyono, S.Pd
Wali Kelas X Ak 1

Mo melihat wisata kelas X PJ SMK 1 Batangklik di sini
baca juga artikel tentang wisata kota Batang di sini
Mo melihat wisata Pagilaran Batangklik di sini