...........|| Wednesday, May 13, 2009 ||

wisata edisi 20

Kirab Pusaka Abirawa: Asset Wisata Kota Batang




Pusaka Abirawa adalah sebuah pusaka yang berbentuk tombak dengan panjang sekitar 6 (enam) meter, merupakan peninggalan Kanjeng Sunan Raden Sayid Nur Rochmat atau Kanjeng Sunan Sendang. Beliau berasal dari desa Sendangduwur Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sunan Sendang adalah Aulia/Wali pada jaman kasultanan Demak Bintoro di bawah Sultan Trenggono. Beliau menimba ilmu pada Sunan Drajat, oleh karena itu setelah Sunan Drajat wafat, beliau menggantikan kedudukannya sebagai Dewan Wali atau Wali Songo. Sunan Sendang lahir tahun 1520 M dan wafat 1585 M.

Semula Pusaka Abirawa berada di Masjid R. Nur Rochmat di Paciran Kabupaten Lamongan. Selanjutnya berada di Sedayu (Gresik), karena salah satu keturunannya ada yang menjadi Bupati di tempat itu. Selanjutnya dibawa keturunan Sajid Nur Rochmat yang berada di Pasuruan. Setelah itu terus mengikuti keturunannya yang berada di Wiradesa Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang. Di Batang, Pusaka Abirawa menjadi pusaka andalan Trah Sayid Nur Rochmat, yaitu:

1. R.T Suroadiningrat I (Kanjeng Seda Rawuh);
2. Pangeran Ario Suroadiningrat II;
3. R.T.A Djayengrono IV;
4. R. Adipati Ario Puspodiningrat I;
5. R. Adipati Ario Puspodiningrat II;
6. R. Tumenggung Notodiningrat;
7. R. Adipati Ario Suryoadiningrat (Bupati Batang Tahun 1886 M–1912 M)

Selain Pusaka Abirawa, ada 7 pusaka lain yang ikut dikirab, yaitu : Pusaka Karno Tanding, Keris Kyai Panji, Tombak Kyai Cepret, dan 4 tombak. Pusaka–pusaka tersebut merupakan peninggalan Pangeran Kyai Adipati Mandurorejo (Bupati Batang I), Kyai Tumenggung Bahurekso (Bupati Kendal), R.T . Pusponegoro I, Pangeran Diponegoro, R.T. Notodiningrat (Bupati Batang), R. Adipati Ario Suryodiningrat (Bupati Batang). Pembawa 8 pusaka inti tersebut adalah orang yang masih mempunyai trah Sayid Nur. Terdapat pula 20 pusaka pengiring yang dibawa oleh 20 orang yang berpakaian prajurit.

sebagai pusaka andalan di Kabupaten Batang, bersama beberapa pusaka pengiring lainnya untuk memberikan pengayoman kepada masyarakat Kabupaten Batang agar tentram, damai dan terhindar dari marabahaya.

Pusaka yang dikirab itu terdiri dari keris 8 buah, pedang 4 buah dan tombak 66 buah merupakan sarana untuk mengingatkan kepada masyarakat Batang dan sekitarnya bahwa Kabupaten Batang berdiri kembali pada tanggal 8 April 1966.

Tombak Abirawa Drum Band
Bupati Batang beserta Istri dalam kirab itu menaiki Kereta Kencana dengan mengenakan Pakaian adat Jawa sambil menyebarkan uang receh kepada masyarakat yang menonton kirab tersebut, dan uang receh tersebut direbutkan oleh masyarakat, tidak hanya anak-anak tetapi para orang tua pun iku juga memperebutkan uang receh yang di sebar oleh Pemimpin Kota Batang itu, yang konon mengandung berkah.
Prosesi Kirab Pusaka berakhir di halaman Pendopo Kabupaten Batang, selanjutnya pusaka-pusaka disemayamkan dan 2 gunungan yang berisi hasil panen diperebutkan oleh masyarakat.
...Studi Tour Jurusan Penjualan


 0 Comments:

Post a Comment

<< Home