Wednesday, March 12, 2008

Mimbar Guru Edisi Maret-juni 2008

Kemana setelah Play Group SMU / SMK ?





Memilih perguruan tinggi yang tepat merupakan sebuah keputusan penting bagi setiap pelajar, karena akan menentukan masa depan dan karir mereka, terlebih jika keputusan itu sudah mengarah pada pemilihan program studi yang benar-benar diminati. Berada dalam situasi seperti ini banyak siswa yang mengalami kebingungan, karena tidak mengerti program studi apa dan perguruan tinggi mana yang mereka akan pilih sehubungan dengan profesi yang kelak akan digeluti. Oleh karena itu diperlukan kiat-kiat khusus agar orang tua dan siswa itu sendiri tidak salah dalam memilih perguruan tinggi dan bidang studi yang diminati. Berikut ini adalah panduan bagi siswa dalam memilih perguruan tinggi.

MINAT
Faktor utama yang harus siswa ketahui adalah minat siswa itu sendiri. Seandainya siswa sudah mengetahui minatnya pada sebuah program studi, hal ini akan semakin memudahkan siswa dalam memilih perguruan tinggi; yang akan mempermudah dan memacu untuk menyelesaikan studi. Di bawah ini adalah gambaran sebuah polling tentang minat pelajar untuk melanjutkan studi setelah SMU/SMK.



Jumlah Responden :4125

Perguruan Tinggi :73%(2995)

Politeknik :7% (282)

Kursus :4% (164)

Kerja :17%(684)

BIAYA
Seringkali universitas yang siswa inginkan tidak sesuai dengan keadaan keuangan orang tua. Kuliah di Perguruan Tinggi membutuhkan banyak komponen biaya; misalnya, uang pendaftaran, uang gedung, spp, uang praktikum, dan laian-lain. Dan masih banyak lagi biaya tidak terduga;seperti, fotokopi, beli buku, ataupun transportasi,yang perlu dipersiapkan oleh orang tua. Belum lagi kalau mahasiswa harus tinggal di kos-kosan; karena tempat kuliah yang jauh dari rumah. Jadi, supaya amannya, pada saat siswa akan melakukan pendaftaran, mereka perlu menanyakan secara detail biaya apa saja yang harus ditanggung selama kuliah. Memperhitungkan biaya lain-lain yang akan siswa tanggung saat menjadi mahasiswa adalah sangat bijaksana. Mendiskusikan masalah tersebut bersama orang tua agar orang tua tidak kewalahan dalam mencari biaya setelah kuliah di tempat tersebut juga merupakan sikap dewasa seorang siswa.

PROSPEK
Saat ini banyak sekali program studi yang ditawarkan baik oleh PTN maupun PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang. Manakah yang sebaiknya siswa pilih; program studi yang selalu menjadi favorit, tapi pada akhirnya banyak lulusannya yang menganggur ataukah program studi yang tidak termasuk kategori favorit, tapi begitu lulus langsung mendapatkan peluang pekerjaan (biasanya karena lulusannya yang sedikit; sedangkan dunia kerja masih sangat terbuka)?? Siswa harus dapat memprediksi prospek bidang studi yang akan dipilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah lulus nanti. Bertanya kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun akan membantu kesuksesan di masa depan.

REPUTASI.
Apakah siswa memilih perguruan tinggi karena perguruan tinggi tersebut terkenal saja? Hal itu jelas kurang bijak. Ada beberapa faktor yang harus siswa pertimbangkan jika ingin memilih perguruan tinggi;misalnya,bagaimana fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya, dan bagaimana reputasi perguruan tinggi tersebut di kalangan pendidik.

STATUS AKREDITASI.
Kalau tahun-tahun sebelumnya kita mengenal status disamakan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang dinamakan dengan status akreditasi. Status inilah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama yang digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Status ini diberikan untuk program studi yang diselenggaran dan bukan pada keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

JALUR DAN JENJANG PENDIDIKAN.
Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk itu siswa harus bisa memilih berapa lama akan menghabiskan waktu yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan. Untuk Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalur akademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu. Siswa juga harus bisa membedakan antara jalur diploma yang diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi dan jalur diploma yang diselenggarakan oleh lembaga kursus. Biasanya lembaga kursus akan menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata 'setara' diploma 1, diploma 2 atau diploma 3. Pada kenyataannya sertifikat yang akan diterima tidak dapat kita gunakan untuk transfer/alih pendidikan di perguruan tinggi lain. Hal ini karena sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga kursus hingga saat ini belum diakui untuk dapat disetarakan dengan diploma dari perguruan tinggi.

FASILITAS PENDIDIKAN.
Berhati-hatilah dengan penampilan fisik. Himbauan ini tidak hanya berlaku kalau kita memilih teman, tetapi berlaku juga jika kita akan memilih suatu perguruan tinggi. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus siswa ketahui dalam suatu perguruan tinggi adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), studio dan perpustakaan yang dimiliki.
Demikianlah beberapa hal, yang harus siswa perhatikan bila hendak melanjutkan studinya di perguruian tinggi. Semoga kita bukan orang yang salah dalam menentukan masa depan di dunia, yang merupakan sawah ladang bagi masa depan kita, sebuah masa yang ada awal tapi tidak ada akhir; yakni di alam akhirat.
...silahkan baca artikel sebelumnya

No comments: