...........|| Friday, December 14, 2007 ||

Tren Anak Sekolah

Menyontek: Kebiasaan Buruk atau Kurang Percaya Diri

Kalau kita, sebagai guru, sedang mengawasi ulangan/test,ujian,pasti pernah menjumpai satu atau dua siswa kiat yang ketahuan sedang menyontek; baik pada catatan atau pekerjaan temannya.Menyontek,sepintas lalu bukanlah fenomena luar biasa. Tapi,manakala kita adalah pemerhati dunia pendidikan dan sekaligus pendidik, kita akan sangat sadar kalau menyontek adalah sebuah penyakit berbahaya bagi kejiwaan anak dan perkembangan ilmu itu sendiri.


Kebiasaan Tercela

Menyontek bila ditinjau dari nilai moral dan psikologi, berarti sebuah pembohongan diri,kezaliman dan manifestasi sifat pengecut. Mereka yang tidak belajar akan mendapatkan nilai sebagus atau bahkan lebih bagus dari yang belajar; dengan cara menyontek.Dengan menyontek pula, mereka yang malas kadang bisa mendapat predikat "rajin" dari sang guru. Bahkan,si bodoh yang rajin nyontek pun kadang dianggap pintar oleh gurunya yang kurang peka.Yang memprihatinkan lagi, kebiasaan menyontek ini sudah menjadi hal biasa bagi peserta didik. Ada siswa yag berprinsip kalau menyontek adalah salah satu usaha untuk memeperoleh nilai bagus.Dan lebih sesat lagi,dengan menyontek berarti membantu orang tua; karena orang tua senang nilai anaknya bagus. Dan lebih parah lagi kalau kebiasaan tercela ini dilakukan secara berjama'ah tanpa satupun merasa berdosa.


Kurang Percaya Diri

Sebenarnya anak menyontek; baik yang melihat catatan sendiri atau melihat hasil pekerjaan temannya,karena mereka kurang atau tidak mempercayai kemampuan diri sendiri dalam menyelesaikan soal-soal test atu ulanagn tersebut.Rasa kurang percaya diri tersebut muncul karena si anak tidak siap mengikuti ujian atau test.Ketidak siapan itu terjaddi karena si anak tidak belajar atau memang gangguan psikis; yakni penyakit self inferiority.Yang pertama bisa diatasi dengan belajar, tapi yang kedua harus ada terapi kejiwaan khusus bagi si anak.
Dengan pendekatan personal dan agama, maka kejiwaan menyimpang ini akan mendapat terapi. Karena hanya dengan iman dan ilmu akan Al-Islam, semua sumber penyakit rohani akan terobati.


mo baca kumpulan Mimbar Guru yang diarsipkan oleh oleh pembina majalah BISIS; baca di bawah ini:

  1. Mimbar guru edisi Maret-Juni 2008

  2. Mimbar guru edisi Maret-Juni 2008

  3. Mimbar guru edisi Juli-Oktober 2008

  4. Mimbar guru edisi Oktober-maret 2008:Saat ini setiap perpustakaan memerlukan sistem informasi yang terkomputerisasi...

  5. Mimbar guru BISIS edisi 21

 0 Comments:

Post a Comment

<< Home