...........|| Sunday, December 23, 2007 ||

RENUNGAN

KUDUNG GAUL:Tren Berjilbab ala Selebritis

Sebuah Fenomena

Dengan penuh percaya diri seorang wanita muda berjalan menyusuri trotoar sebuah jalan dekat areal kampus. Langkahnya gontai dengan ayunan kaki bag peragawati. Kerudung warna milenium dengan sedikit asesoris, melilit hingga lehernya seolah memberi citra tersendiri sebagai remaja masa kini. Bibirnya yang merah muda sesekali tersungging menghadapi godaan lelaki iseng


Ma'af ini mungkin jilbab abg yang pas...


Lain lagi gaya berjilbab anak-anak SMU, kerudung umumnya dililitkan ke leher (tidak dirumbaikan/dijulurkan ke dada sebagaimana aturan Islam)dengan mode tersendiri.Sekalipun pakaian sedikit sopan karena aturan sekolah tidak membolehkan baju ketat, namun rok bagian bawah kadang digunting hingga nyaris lutut, saat berjalan sebagian auratnya tersibak. Pergaulannya pun nyaris tak beda dengan remaja non jilbaber; mereka terbiasa berdua dengan lawan jenis, boncengan motor, atau bergerombol dengan lawan jenisnya tanpa ada jarak sebagimana tuntunan Islam

Itulah fenomena remaja Islam modern dengan jilbabnya yang khas. Jilbab model seperti ini mereka sebut "kudung gaul, jilbab gaul atau jilbab gaya selebritis". Entah siapa yang pertama kali memulai, yang jelas, mode jilbab ini muncul di awal tahun 2000 atau menjelang milenuim ketiga di saat media cetak dan elektronik lagi jaya-jayanya di Indonesia; terutama di era reformasi. Era ini memberikan kebebasan mengekspresikan segala ide yang cenderung kebablasan



Faktor Penyebab Munculnya Kudung Gaul

Ada beberapa faktor penyebab maraknya tren jilbab ala selebritis yang begitu menggejala terutama di kalangan remaja, antara lain adalah di bawah ini:


  1. Maraknya tayangan TV dan bacaan yang terlalu berkiblat ke mode Barat

  2. Minimnya pengetahuan anak terhadap nilai-nilai Islam sebagai akibat dikuranginya jam pendidikan agama di sekolah-sekolah umum

  3. Kegagalan fungsi keluarga sebagai tempat pendidikan utama dan pertama

  4. Peran para perancang busana yang tidak memahami benar konsep dan prinsip berpakaian menurut Islam

  5. Munculnya para mu'alaf di kalangan para trendsetter; artis atau artis yang baru mengenakan kerudung


Mungkin memang itulah yang menjadi faktor munculnya para jilbaber di lingkungan sekolah; mungkin juga di institusi pendidikan Pembaca. Tapi yang jelas, fenomena itu terus mewabah selagi kita tidak ada usaha untuk peningkatan iman dan ilmu akan Islam di lingkunagn kita. Kalau kita sebagai Muslim nyaman-nyaman saja melihat fenomena itu ada di depan mata kita tanpa ada rasa penolakan dan usaha pencegahan; maka iman kita patut dipertanyakan.


Nabi kita, Muhammad SAW,bersabda:"apabila kalian melihat kemungkaran berada di depan mata, cegahlah dengan tangan; apabila tidak mampu dengan lisan dan apabila tidak mampu dengan hati; yakni,ada rasa benci. Setelah itu tidak ada keimananan sedikitpun dalam hati, walau sebesar biji sawi"



Ditulis oleh Agus Bagyo, dengan berbagai referensi.

 0 Comments:

Post a Comment

<< Home