Tuesday, May 12, 2009

mimbar guru edisi 20

Pemanasan Global


Lebih dari 150 tahun, manusia telah banyak memakai banyak jenis bahan bakar; seperti minyak, batu bara dan gas. Bahan bakar sekarang ini sangat dibutuhkan untuk menjalankan mesin-mesin di pabrik, menggerakan berbagai jenis alat transportasi dan juga untuk membangkitkan tenaga listrik. Karena banyak bahan bakar yang dipakai, banyak emisi karbon dioksida yang mencemari atmosfer kita. Akumulasi karbon dioksida yang makin meningkat di atmosfer inilah yang kemudian menimbulkan efek rumah kaca. Efek yang menyerap energy infra merah inilah yang membuat bumi menjadi semakin panas.
Ketika bumi menjadi semakin panas, maka lambat laun permukaan es di kutub utara dan kutub selatan mulai meleleh. Semakin bayak permukaan es yang mencair, maka semakin banyak jumlah air di laut dan lautan. Semakin tingginya permukaan laut akibat cairnya es di kutub utara dan selatan inilah yang mengakibatkan sering terjadinya musibah banjir di wilayah-wilayah sekitar pantai. Begitu pula, manakala atmosfer bumi semakin memanas, fenomena ini menguatkan energy di udara. Akibat banyaknya energy di udara, badai, topan dan pusaran angin bertenaga kuat semakin sering terjadi dan menjadi bencana yang besar di bumi. Pemanasan global juga membuat iklim berubah tidak menentu; membuat suatu daerah begitu kering tapi juga membuat daerah lainnya menjadi semakin basah.
Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi pemanasan global; langkah-langkah bijak yang bisa kita tularkan kepada keluarga, bisa kita diskusikan dengan teman di sekolah, di klub-klub belajar dan di tempat-tempat manusia berkumpul. Upaya-upaya itu antara lain sebagai berikut:
Kurangi penggunaan listrik di rumah, sekolah dan tempat kerja.
Setiap kita menggunakan listrik, berarti kita andil menambah gas-gas rumah kaca di uadra. Jika kita mematikan lampu, televise, dan computer setiap kali selesai menggunakannya, berarti kita telah dapat menghemat energy; juga menguragi beban pembayaran listrik. Untuk penghematan listrik selain dengan mematikan, kita juga harus menghindari untuk meninggalkan peraltan listrik; misalnya computer, dalam keadaan STAND BY Mode.
Naik sepeda dan bis atau jalan kaki.
Naik sepeda motor atau kendaraan pribadi memang tidak salah. Namun begitu, kita bisa menghemat penggunaan listrik manakala bepergian dengan naik sepeda atau bis. Bahkan agar badan kita bias tetap sehat, berjalan kaki atau naik sepeda justeru cara bepergiaan yang sangat menghemat energy.
Menanam pohon
Salah satu dari upaya untuk mengurangi efek rumah kaca adalah dengan menanam pepohonan. Menanam pohon, selain merupakan aktifitas yang menyenangkan, juga bisa mengurangi gas-gas rumah kaca. Pohon bisa menyerap karbon dioksida dan gas rumah kaca di udara. Kampaye penghijauan di lingkungan sekolah dan rumah betul-betul akan membantu mengurangi pemanasan global. Sementara itu, penebangan pepohonan dan lain-lain penggundulan hutan akan semakin memanaskan bumi ini.
Daur ulang
Daur ulang berbagai sampah baik organik maupun anorganik juga akan membantu menyelamatkan sumber daya alam. Dengan mendaur ulang kaleng, botol, tas plastik dan koran bekas akan mengurangi sampah yang harus menumpuk di tempat pembuangan sampah. Selain barang-barang itu tidak mengotori lingkungan, dengan memanfaatkan barang bekas menjadi barang baru yang bernilai jual tentunya akan semakin meningkatkan income dari masyarakat kita sendiri.
Oleh karena itulah, sebagai warga civitas akademika SMK Negeri 1 Batang, sebenarnya banyak yang kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global di bumi ini. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan penghijauan kampus. Tiap kelas diwajibkan untuk menanami berbagai pepohonan di depan ruang kelasnya; membuat taman kecil di tiap-tiap halaman kelas. Untuk membangkitkan motivasi penghijauan di tiap-tiap depan ruang kelas tersebut, pihak OSIS Nesaba seringkali mengadakan lomba lomba taman kelas. Hasilnya adalah semakin hijau dan asrinya lingkungan kampus kita.
Semoga upaya yang telah kita lakukan bisa memberikan andil untuk mengurangi pemanasan global di bumi ini; setidaknya bumi SMK Negeri 1 Batang. Meskipun begitu, sebuah wujud nyata bagi pengurangan emisi gas rumah kaca ini tidak akan berhasil dengan baik tanpa dukungan segenap warga kampus. Oleh karena itu, marilah kita berlomba untuk membuat kebaikan dengan menjaga alam ini tetap lestari; karena tugas kita diturunkan ke bumi ini memang untuk menjadi khalifah; pemelihara dan pengelola bumi ini sesuai dengan kehendak yang Maha Pemelihara; yakni Allah SWT.
...baca mimbar guru BISIS Edisi 19

No comments: