...........|| Sunday, May 10, 2009 ||

seputar smk edisi 20

PMR SMK Negeri 1 Batang di Seminar Anti Narkoba dan Free Sex


By Supriyati XI AK2



Siamo! Oke! Siamo Oke…Oke….oke……yesss!

Eh BISIS mania, tahu kan arti siamo? Siamo itu yel-yel PMR wira SMK kita yang artinya Siap ikut Andil Menolong Orang . wah mulia banget yel-yel itu.
Baiklah, kita akan cerita tentang seminar yang PMR Wira ikuti pada tanggal 22 Februari 2002 yang mengambil pokok bahasan tentang anti narkoba dan free sex. Seminar tersebut diselengagarkan di laboratorium umum sekoqh kita; yang dihadiri oleh kurang lebih 80 peserta perwakilan PMR Wira kita dan juga perwakilan dari PMR Wira di kota Batang ini. Yang berbicara sebagai nara sumber dalam seminar tersebut adalah Bapak Soejak Moelyono; yang membahas topik tentang anti narkoba. Untuk bahasan free sex dikalangan remaja; nara sumber dalam sessi tersebut adalah Ibu Lilik Sunarsih.
Dalam seminar tersebut, diungkapkan beberapa temuan yang sungguh memiriskan hati. Menurut temuan tersebut, ada sekitar 3,2 juta orang Indonesia yang menjadi korban penyalahgunaann narkoba. Bahkan ada sekitar 15 ribu dari 3,2 juta para korban narkoba tersebut yang mati sia-sia tiap tahunnya; jadi sekitar 40 orang yang mati dalam tiap harinya akibat benda terkutuk tersebut.
Dari hasil temuan tersebut kita bisa menyimpulkan kalau mudhorot dari narkoba itu lebih banyak dibandingkan dengan manfaatnya. Beberapa kerugian atau mudhorot dari narkoba tersebut antara lain sebagai berikut:
 Menurunnya kemampun fisik
 Rusaknya mental
 Tidak stabilnay emosi; menurunya kemampuan mengendalikan emos
Adapun untuk mengenali perilaku pecandu Narkoba di kalangan pelaajr, Bapak Soejak m enyebutkan ciri-ciri umumnya; yang antara lain sebagai berikut:
• Prestasi menurun
• Tidak mau bersosialisasi
• Sering terlambat pulang sekolah
• Jorok
• Malas
• Bohong; pintar berdalih atau memanipulsi
• Egois
• Sensitif
• Boros
• Suka melakukan tindakan criminal
Adapun mengenai free sex; menurut paparan seminar itu terjadi karena lemahnay iamna dan daya control keluarga dan masyarakat. Hal ini diperparah dan diperburuk oleh merebakanya pornografi dan porno aksi di berbagai media massa baik cetak, audio, audio visual maupun dunia maya lewat internet. Dampak temuan dari free sex di kalangan remaja menurut Ibu Lilik adalah adalah kelahiran anak di luar nikah, penyakit kelamin; seperti gonorrhea, syphilis dan berbagi infeksi kelamin yang menakutkan.


....baca juga seputar SMK di BISIS Edisi XIX

 0 Comments:

Post a Comment

<< Home